Sabtu, 01 Januari 2011

Pertanian Biodinamik Sebagai Solusi Mengurangi Penggunaan Bahan-Bahan Kimia



Pertanian merupakan suatu sektor yang menghasilkan produksi dimana sebagian besar produksi tersebut dimanfaatkan sebagai konsumsi untuk kebutuhan pangan.  Namun, adakalanya demi meningkatkat produksi dan memperoleh hasil yang melimpah dan dalam waktu yang singkat, banyak petani yang memanfaatkan bahan-bahan kimia untuk tujuan tersebut.  Hal ini dikarenakan penggunaan bahan-bahan kimia lebih cepat penggunaannya dan mudah diperoleh. Namun yang tidak diperhatikan adalah akibat dari penggunaan bahan-bahan kimia tersebut adalah adanya residu pada tanaman yang justru mengganggu kesehatan.Melihat hal tersebut perlu dikembangkan adanya sistem pertanian yang ramah lingkungan, dimana produksi tanaman yang dihasilkan dapat bebas dari bahan-bahan kimia.  Sistem pertanian biodinamik merupakan salah satu solusinya.
Pertanian Biodinamis adalah : Sebuah sistem pertanian yang sepenuhnya memanfaatkan unsur-unsur biologis / kehidupan sebagai pendorong dalam sitem pertaniannya. singkatnya Pertanian biodinamik adalah pertanian organik plus. Dalam sistem Pertanian ini tidak hanya mengharamkan penggunaan bahan kimia seperti pada sistem pertanian Organik, akan tetapi juga memberdayakan organisme hidup sebagai bagian dari produksi tani ( Anonim, 2010 )
Sistem Pertanian Biodinamis dikembangkan oleh Rudolf Steiner pada tahun 1924, di Schloss Koberwitz, Jadi Sistem Pertanian Biodinamis bukan hal yang baru, konsep ini telah ada sejak tahun 1920-an (jauh lebih awal sebelum adanya pestisida dan bahan kimia dalam metode pertanian). Yang Mana pertanian biodynamic berbeda dari pertanian tradisional dalam penggunaan tumbuh secara alami (hidup) bahan-bahan yang ditemukan di peternakan yang digunakan untuk mengobati tanah dan tanaman. Kotoran dari hewan digunakan untuk menyuburkan tanaman. Herbal dari tanaman lain mungkin memberikan nutrisi tambahan. Pertanian diperlakukan seolah-olah seorang individu organisme, Semua komponen pertanian sama pentingnya. Negara-negara yang banyak menerapkan sistem pertanian ini diantaranya dan Jerman adalah negara di mana pertanian biodinamik banyak diusahakan dewasa ini ( Anonim, 2010 ).


Pertanian yang diusahakan petani saat ini tidak terlepas dari penggunaan bahan-bahan kimia yang berbahaya bila digunakan secara berlebihan.  Kerugian yang dapat ditimbulkan bukan hanya pada kesehatan manusia saja, melainkan juga lingkungan disekitar yang berakibat dapat hilang atau berkurangnya organisme-organisme yang ada disekitarnya, yang mana organisme ini juga bermanfaat bagi perkembangan tanaman, misalnya saja mikroba.  Secara tidak langsung penggunaan bahan-bahan kimia seperti pupuk buatan, ataupun jenis-jenis pestisida dapat dikatakan sebagai perusak atau pengganggu ekosistem.
Sejarah pertanian di Indonesia secara intensif telah dimulai kurang lebih semenjak tahun 1969 pada saat dimulainya program intesifikasi massal (INMAS) untuk petani sebagai dampak revolusi hijau di tingkat dunia. Pada tahun itu petani mulai dikenalkan dengan berbagai jenis pupuk buatan (bersifat kimiawi), obat-obatan pembasmi hama-penyakit dan gulma (pestisida dan herbisida) serta benih-benih yang berdaya hasil tinggi ( Hendri, 2010).
Banyak dampak-dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan bahan-bahan kimia dalam bidang pertanian. Dampak-dampak yang dapat ditimbulkan karena penggunaan bahan-bahan kimia antara lain :Pengerasan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, dan indikasi proses pemiskinan atau pengurangan kandungan 10 jenis unsur hara meliputi sebagian unsur hara makro yaitu Ca, S dan Mg serta unsur hara mikro yaitu Fe, Na, Zn, Cu, Mn, B dan Cl ( Hendri, 2010).
Dinamika pestisida dilingkungan yang membentuk suatu siklus, terutama jenis pestisida yang persisten. Penggunaan pestisida oleh petani dapat tersebar di lingkungan sekitarnya; air permukaan, air tanah, tanah dan tanaman dan akan berpengaruh terhadap kehidupan organisme non sasaran, kualitas air, kualitas tanah dan udara ( Rimantho, 2007).Dapat mematikan atau memusnahkan organisme-organisme yang justru menguntungkan dalam pertanian.Menghasilkan residu yang berbahaya bagi kesehatan manusia.Maka sudah sepantaslah dilakukan upaya-upaya untuk mengurangi ketergantungan penggunaan bahan-bahan kimia dalam pertanian mengingat bahaya yang ditimbulkan bagi lingkungan maupun mahluk hidup. Perlu diadakan sistem pertanian yang memanfaatkan alam ini atau Back to Nature.

Sebenarnya alam diciptakan dalam keadaan yang seimbang.  Adanya rantai ataupun jarring-jaring makanan merupakan suatu siklus yang mengontrol populasi mahluk hidup di bumi.  Namun karena rasa kurang puas yang ada pada manusialah sehingga keseimbangan alam ini terganggu. Misalnya saja penggunaan pupuk kimia dan pestisida dalam bidang pertanian.
Pengunaan bahan-bahan kimia memang memberikan peningkatan hasil bumi dalam waktu singkat. Masalah yang kemudian timbul adalah kerusakan lahan pertanaman dalam jangka panjang. Kondisi tersebut jelas memerlukan penanganan yang segera dan tepat sehingga kita memiliki ketahanan pangan yang mantap seiringi dengan peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen dalam jangka panjang. Manajemen pengolahan lahan harus dirubah yaitu dengan mengunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan alami untuk menghentikan kerusakan tanah akibat pengunaan bahan - bahan kimia, dan sistem pertanian Biodinamik merupakan solusinya.
Sistem Biodinamis adalah sistem yang paling berat dalan penerapannya, paling rumit, paling butuh banyak ilmu pengetahuan dan skill, namun sangat ramah lingkungan dan produknya pun sangat sangat sehat. Tingkatannya adalah paling tinggi diantar semua jenis pertanian ramah lingkungan bahkan diatas sistem pertanian organik.  Dalam Pertanian Biodinamis limbah pertanian dikelola dengan baik, untuk limbah cair ditampung dalam kolam pemurnian yang didalamnya terdapat tanaman dan hewan yang mampu menguraikan limbah tersebut, kemudian air hasil pemurnian akan dipakai kembali untuk merawat tanaman Pertanian Biodinamis berupaya untuk "menyembuhkan" lingkungan yang sedang sakit akibat dari penggunaan bahan-bahan kimia seperti pupuk yang telah merusak lingkungan sekitar ( Anonim, 2010)
Pertanian biodinamik adalah pertanian organik plus. dalam sistem ini tidak hanya mengharamkan penggunaan bahan kimia tetapi juga memberdayakan organisme hidup sebagai bagian dari produksi tani.  Adapun prinsip-prinsip pertanian biodinamik yaitu:-Melibatkan organisme hidup dalam produksi tanaman dan ternak. -Dalam suatu lahan pertanian selalu diusahakan tanaman dan ternak dalam suatu siklus yang saling menguntungkan. Tanaman mendapat hara dari kotoran ternak, ternak mendapat makananan dari tanaman.Selalu berusaha mengurangi hal-hal yang bisa menjadi penyebab masalah ketimbang mengobati masalah yang terjadi. mencegah adalah prioritas utama.Menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan lebih sehat. Jumlah bukanlah prioritas utama.Pemilihan jenis tanaman mengikuti perkembangan pasar dan nilai ekonominya.Pemilihan jenis tanaman sangat dipengaruhi oleh kualitas petani dan tenaga kerja yang tersedia.Kesadaran lingkungan adalah hal yang sangat penting.Kualitas tanah selalu diperhatikan dan jadi prioritas utama.Penggunaan kapur pertanian dibolehkan dalam penggunaan terbatas.Pengusahaan penanaman berbagai jenis varietas/jenis komoditi tanaman dan ternak untuk mengurangi kegagalan panen.Kotoran ternak harus dikelola sebaik mungkin sebagai sumber hara tanah.Percaya bahwa ada hubungan interaksi antara tanaman, hara, air, energi dan organisme yang terlibat lainnya dimana hubungan ini mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan.Jenis atau varitas yang dipilih adalah jenis lokal yang sudah terbukti adaftif dengan lingkungan tersebut sehingga bisa lebih menjamin ketahanan terhadap dan penyakit.Percaya bahwa waktu penanaman sangat mempengaruhi keberhasilan usaha tani. Saat tanam biasanya dipercaya pada saat bulan berumur setengah. sekitar tanggal 7-8 kalender arab ( Ikhsan, 2009).
Bila kita melihat prinsip-prinsip dari pertanian biodinamik tersebut maka permasalahan yang timbul akibat penggunaan bahan-bahan kimia tersebut dapat diminimalisir.  Sistem pertanian biodinamik tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia sehingga tidak perlu dikhawatirkan adanya residu yang dapat mengganggu kesehatan.
System pertanian biodinamik juga memanfaatkan mahluk hidup sehingga rantai makanan atau siklus kehidupan tidak terganggu.  Ini berarti keseimbangan ekosistem tetap terjaga.  Pertanian biodinamik juga melibatkan organisme dalam tanah seperti mikroba yang menguntungkan sebagai pengurai bahan organik untuk ketersediaan unsure hara bagi tanaman.  Selain itu dengan adanya mikroorganisme, tekstur tanah menjadi gembur karena dengan adanya organisme misalnya saja cacing tanah yang membuat lubang-lubang dalam tanah, maka ketersediaan oksigen ( udara ) dalam tanah tersedia dan drainase juga bagus sehingga pengerasan tanah dan pengurangan unsur-unsur hara akibat bahan-bahan kimia dapat berkurang atau dicegah.Maka pertanian biodinamik merupakan salah satu usaha pertanian yang memanfaatkan alam ini dan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dan meminilisir kerusakan lingkungan serta mengurangi pencemaran baik pada tanah, air dan udara
Pertanian biodinamik merupakan suatu sistem pertanian yang dapat menjaga kelestarian lingkungan atau dengan kata lain merupakan sistem pertanian yang ramah lingkungan.  Pertanian biodinamik dapat menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah punahnya suatu spesies mahluk hidup, menjaga kelestarian lingkungan dan menghasilkan produksi tanaman yang sehat.Sudah sepantasnya system pertanian biodinamik diterapkan diwilayah kita atau negeri kita karena sudah banyak masalah-masalah yang timbul akibat penggunaan bahan-bahan kimia dalam pertanian baik dari segi kesehatan, keseimbangan ekosistem maupun kerusakan lingkungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar